Friday, November 25, 2016

Posted by SMAN 1 Cibeber On 7:24 PM
"Peramu insan cendekia, gelar tersebut erat kaitannya dengan sang pencetak generasi-generasi muda yang profesional, kreatif, inovatif, dan memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Generasi muda tersebut tentunya tidak dapat secara instan menjadi seperti yang diharapkan. Perlu adanya tahapan demi tahapan yang harus dilalui layaknya proses karantina pendidikan. Pada proses tersebut, guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa menjadi aktor protagonis layaknya pada film-film ternama. Tertanggal 25 November, Indonesia sebagai negara ibu pertiwi memeringati hari guru nasional. Tanggal tersebut ditetapkan bebarengan dengan hari Persatuan Guru Republik Indonesia. Hari Guru Nasional memiliki keistimewaan yakni tidak dirayakan dengan berlibur ria. Namun sebaliknya. Dirayakan dengan upacara dan pemberian penghargaan kepada guru-guru yang memiliki prestasi dan kesetiaan tinggi terhadap pendidikan. Perayaan ini tidak jauh berbeda dengan perayaan Hari Pendidikan Nasional, mengingat bahwa pada hari tersebut yang jatuh pada tanggal 2 Mei, tidak dirayakan dengan libur tanggal merah, melainkan dengan upacara demi mengingat semangat pendidikan di bumi nusantara. Ki Hajar Dewantoro merupakan tokoh yang selalu dikenang dalam ranag pendidikan. Tokoh pahlawan nasional yang memiliki nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat ini memiliki ajaran yang digunakan hingga kini, yakni: "Ing ngarsa sung tuladha" memiliki makna bahwa di depan memberi teladan, maksudnya adalah apabila seseorang memiliki jabatan hendaknya memberi suri tauladan yang baik kepada setiap bawahannya sehingga dapat ditiru dan dijadikan pedoman kebaikan."Ing madya mangun karsa" artinya ditengah memberikan peluang, tujuannya adalah bagi siapapun yang ada di tengah masyarakat, ataupun ditengah suatu organisasi, berikanlah terobosan-terobosan yang menjadi peluang keberhasilan dalam jangka waktu yang panjang."Tut wuri handayani" ialah dibelakang memberi dorongan. Inilah semboyan yang sampai saat ini digunakan di dunia pendidikan. Ucapan yang sangat menyentuh kalbu bagi seorang guru sering dikumandangkan, entah berupa puisi, lagu, cindera mata bahkan berupa poster ataupun brosur. Pada lagu yang sering dikumandangkan ialah dengan judul ‘Trima kasihku’. Kan ku ingat slalu nasehat guruku. Salah satu liriknya mengingatkan kita bahwa setiap nasehat yang diberikan oleh seorang guru selalu bermaksud untuk mengantarkan anak didiknya menjadi lebih baik setiap waktu. Di SMAN 1 Cibeber, dalam rangka memperingati HUT Guru Nasional, kami melakukannya dengan sederhana, namun bermakna. bagi saya menyikapi hal tersebut "Nu penting Bisa Seuri Babarengan, sauyunan". By; Wisnu Wirandi, S.Sn

0 comments:

Post a Comment