google.com, pub-3983075583614076, DIRECT, f08c47fec0942fa0

VISI SMA NEGERI 1 CIBEBER: "Unggul dan Berkarakter Berdasarkan Iman dan Taqwa"

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT ) Dengan Metode Blanded Learning SMAN 1 CIBEBER



Pandemi Covid 19 yang telah berjalan cukup lama dari awal tahun 2020 sampai dengan saat ini menjadi problematika bagi kehidupan masyarakat. Berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintah demi menekan kasus penyebaran Covid 19. Mulai dari penutupan berbagai wilayah (Lockdown) yang terindikasi dapat menyebabkan penyebarannya lebih besar, serta PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) hingga PPKM ( Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ). Berbagai kebijakan pun menuai pro dan kontra oleh masyarakat. Dalam dunia pendidikan khususnya, permasalahan ini menjadi pembahasan yang penting untuk dikaji serta dicarikan solusi.


Dengan adanya kebijakan kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan secara daring atau online membuat siswa mengalami kesulitan serta mendapat keluhan dari orang tua betapa sulitnya dalam membina anak-anak agar dapat menyelaraskan antara kebutuhan ekonomi terhadap pendidikan anak yang sama-sama penting. Keterbatasan gadget dan tidak adanya jaringan bahkan paket data internet yang menjadi kendala mereka. selain itu, perilaku anak diluar pengawasan langsung dapat membuat mereka terjebak kepada hal-hal negatif (menyimpang).


Dan inilah salah satu yang menjadi perhatian serius bagi pendidik atau penggiat Kependidikan bahwa perubahan perilaku anak selama tidak adanya pembelajaran tatap muka cenderung ke arah negatif ( Buruk ). Globalisasi betul - betul mempengaruhi psikologis anak dikarenakan kebiasaan akan seringnya mengoperasikan gadget dan terkadang menjadi alasan bagi anak untuk memaksa orang tua agar membelikan gadget baru dengan alasan supaya bisa belajar tetapi digunakan untuk main game, mengakses konten-konten yang tidak bermanfaat. Tetapi demikian, tidak jarang ada juga nilai positif dari pembelajaran online atau daring ini. Terutama yang sebelum pandemi anak-anak masih awam akan penggunaan teknologi informasi, sekarang sudah terbiasa.

Dan masih banyak lagi manfaat bukan hanya kepada siswa tetapi juga bagi Guru-guru hampir 80% sudah mulai paham terkait pembelajaran berbasis IT (Teknologi Informasi) yang menuntut guru agar bisa mengaplikasikan dalam pembelajaran, dan lain-lain. Menyikapi masalah ini, Pemerintah telah membuat Keputusan agar tatap muka dapat dilakukan jika 100% Guru sudah divaksin kecuali bagi guru yang memiliki riwayat penyakit bawaan sehingga tidak memungkinkan untuk divaksin.

Dalam pelaksanaan tatap muka juga pemerintah sudah menerapkan sistem PTMT ( Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) yaitu sistem dimana kegiatan pembelajaran dilakukan dengan batasan seperti mengkompres atau memangkas jam pelajaran per hari dan bagi sekolah yang banyak siswanya dibuat shift atau berganti-gantian. Seiring berjalannya PTMT membuat guru mudah menyampaikan langsung materi ke siswa meskipun terkadang terbatas waktu.

Melihat perkembangan Covid 19 ini mulai meningkat kembali maka perlu dilakukan kebijakan terutama mengenai PKBM ( Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar ), ada banyak cara yang dapat dilakukan salah satunya dengan sistem blanded learning yaitu 50 % tatap muka di sekolah dan 50 % belajar online dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Di SMAN 1 Cibeber telah dilakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan berbagai metode. sempat dilakukan pembelajaran tatap muka terbatas 50 % dengan cara membagi siswa menjadi 2 sesi. 50% sesi Pagi, 50 % sesi siang sesuai jumlah siswa perkelas. Bahkan sempat saat penyebaran covid meningkat di kecamatan Cibeber kabupaten lebak, PTMT dilakukan hanya 25% di kelas. maka pembagian sesi pun dilakukan semakin sedikit dan perminggu. misal jumlah siswa satu kelas berjumlah 30 orang, maka setiap sesi anak dibagi menjadi hanya 25 % siswa dikelas. ada yang 8 orang, ada juga yang 9 orang. 

namun sejak 8 Maret 2022, PTMT dilakukan 50% kembali sehingga jumlah siswa dalam satu sesi setengahnya dari jumlah keseluruhan. 

Berbagai rintangan dan tantangan di dunia pendidikan sangat diperhitungkan oleh pihak manajemen SMAN 1 Cibeber demi keberlangsungan dunia pendidikan di Kecamatan Cibeber semakin baik ditengah pandemi Covid-19.

SMANSER SMAN 1 Cibeber, berdiri Sejak Tahun 2000 dengan mulai kegiatan Belajar Mengajar Tahun Pelajaran 2000-2001 kelas sore hari dan menumpang di SMPN 1 Cibeber. Tahun Pelajaran 2002-2003 menempati gedung baru beralamat di jalan Warungkadu No 49 Cikotok. Berada di lingkungan RT 01 RW 03 Desa Cikotok Kecamatan Cibeber, Kode Pos 42394 dan diresmikan oleh Bapak Bupati H. Moch. Yas’a Mulyadi pada tanggal 28 Januari 2003. Tujuan pendidikan institusional untuk SMA berdasarkan Permen No 19 Tahun 2005 tentang Standar Kompetensi Lulusan adalah bertujuan untuk meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

1 Response to "Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT ) Dengan Metode Blanded Learning SMAN 1 CIBEBER"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel