Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tajamkan Mata, Beranikan Suara: Workshop Jurnalistik SMAN 1 Cibeber Cetak Jurnalis Muda yang Kritis dan Berintegritas

Lebak, Jurnalistik SMANSER — Ketika informasi bergerak begitu cepat, kemampuan untuk melihat lebih dalam, mempertanyakan lebih kritis, dan menyampaikan fakta dengan tepat menjadi sebuah keharusan. Dari semangat itulah Workshop Jurnalistik SMAN 1 Cibeber digelar.

Mengusung tema “Membangun Jurnalis Muda yang Kreatif, Kritis, dan Berintegritas”, kegiatan ini mempertemukan pengurus dan calon pengurus Ekstrakurikuler Jurnalistik dalam sebuah ruang belajar yang tidak hanya berbicara tentang teknik menulis, tetapi juga tentang cara berpikir seorang jurnalis.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Cibeber, Imas Tatu Srimulyani, S.Pd.I., M.Pd., melalui sambutan. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan dukungan terhadap pengembangan jurnalistik di lingkungan sekolah sebagai wadah bagi siswa untuk mengasah kreativitas, keberanian menyampaikan gagasan, serta kemampuan mengolah dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.

Setelah sambutan kepala sekolah, peserta memasuki sesi utama bersama Haidar Widodo Ch, M.Hum. sebagai pemateri. Materi yang disampaikan membawa peserta untuk melihat jurnalistik dari perspektif yang lebih luas: bahwa menulis berita bukan sekadar menyusun kata, melainkan proses menemukan fakta, menguji informasi, memahami peristiwa, kemudian menyampaikannya kepada pembaca secara akurat dan berimbang.

Ketelitian menjadi dasar. Keberanian menjadi penggerak. Integritas menjadi batas yang tidak boleh dilanggar.

Workshop ini turut dihadiri Wakasek Kesiswaan, Wiwi Suherti, S.H., M.Pd., serta Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik, Bintang Muhammad Sahara Efendi, S.Pd., Gr. Hadir pula sejumlah guru, yaitu Garda Udi Kharisma, S.Pd., Gr., Dimas Dwi Kurniawan, S.Pd., dan Maghfira Elry Fitriza, S.Pd.

Bagi para pengurus dan calon pengurus, workshop ini menjadi lebih dari sekadar agenda sekolah. Ini adalah proses menempa cara pandang. Mereka belajar bahwa di balik satu berita terdapat proses panjang: mengamati, bertanya, mencari, memeriksa, menulis, hingga memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan memiliki dasar yang jelas.

Di tengah banjir informasi dan cepatnya penyebaran berita, keberadaan jurnalis muda di sekolah menjadi semakin berarti. Mereka memiliki ruang untuk merekam berbagai peristiwa, mengangkat cerita yang layak diketahui, sekaligus menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dari lingkungan sekolah.

Sebab sebuah sekolah tidak hanya memiliki cerita untuk dikenang, tetapi juga peristiwa untuk dicatat.

Dan dari sanalah Jurnalistik SMAN 1 Cibeber mengambil peran: menjadikan siswa bukan hanya sebagai penonton sebuah peristiwa, tetapi sebagai pengamat yang peka, penulis yang kritis, dan penyampai informasi yang berintegritas.

Satu pengamatan melahirkan pertanyaan.

Satu pertanyaan membawa pada fakta.

Satu fakta menjadi berita.

Dan satu berita dapat membuat sebuah cerita didengar lebih luas.

Workshop Jurnalistik SMAN 1 Cibeber menjadi salah satu langkah untuk membangun generasi yang berani bersuara, bukan dengan kebisingan, melainkan dengan fakta.

JURNALISTIK SMANSER

Tajam mengamati. Kritis berpikir. Berani bersuara. Teguh menjaga fakta.


Tim Jurnalistik SMAN 1 Cibeber
Penulis:
Yesa Risandra
Editor:
Bintang Muhammad Sahara Efendi

SMANSER
SMANSER SMAN 1 Cibeber Jl. Warungkadu No. 49 Cikotok Cibeber Lebak Banten 42394

Posting Komentar untuk "Tajamkan Mata, Beranikan Suara: Workshop Jurnalistik SMAN 1 Cibeber Cetak Jurnalis Muda yang Kritis dan Berintegritas"

Pendidikan