SMAN 1 CIBEBER MEMAKAI PAKAIAN KHAS BANTEN DALAM RANGKA HUT PROVINSI BANTEN KE 21

Berdasarkan surat edaran sekertariat daerah Provinsi Banten nomor:  800 / 3792 -BKD/2021 TENTANG PENGGUNAAN PAKAIAN PADA HARI ULANG TAHUN PROVINSI BANTEN KE-21 TAHUN 2021, bahwa Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Banten ke-21 pada tanggal 4 Oktober 2021, dengan ini kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk menggunakan pakaian yang bertemakan Banten (Pakaian Adat Banten, Pakaian Adat Baduy, Batik Banten, Batik Baduy, Batik Tangerang dan/atau Pakaian/Batik lainnya yang mengusung ciri khas Banten). Pakaian tersebut agar digunakan pada hari Senin, 4 Oktober 2021.

Atas dasar tersebut, dewan guru beserta staff TU SMAN 1 Cibeber menggunakan pakaian khas banten dari mulai pakaian adat Baduy hingga batik khas Banten.







HUT Provinsi Banten ke-21 tahun pada hari ini, jadi HUT terakhir di bawah kepemimpinan H. Wahidin Halim dan H. Andika Hazrumy pada periode kepemimpinan saat ini. Keduanya, pun diuji meraih kebaikan di akhir kepemimpinan, meski masih dihadapkan dengan seabrek persoalan.

WH-Andika resmi menjabat gubernur dan wakil gubernur Banten pada Jumat, 12 Mei 2017. Jabatan keduanya akan berakhir pada tanggal yang sama di tahun 2022 nanti. Artinya, HUT Provinsi Banten tahun ini jadi HUT terakhir di periode pertama kepemimpinan mereka.

Kami segenap Keluarga besar SMAN 1 Cibeber mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur dan wakil Gubernur yang telah memperjuangkan kesejahteraan profesi guru di lingkungan Provinsi Banten pada masa Jabatan bapak WH-Andika.

Sedikit memutar ingatan. WH, demikian Gubernur Banten ini akrab disapa, menduduki kursi gubernur dengan seabrek pengalaman. Perjalanan pengabdian dirinya sebagai birokrat, lengkap dilewati dari nol. Jabatan pemimpin juga dititi dari skup terendah mulai kepala desa, camat hingga komandan tertinggi PNS di posisi Sekretaris Daerah (Sekda).

Pengabdiannya makin sempurna ketika memimpin Kota Tangerang selama dua periode. Namun karier tak berhenti di posisi itu. Lepas dari wali kota, WH berhasil lolos ke Senayan sebagai Anggota DPR RI sebelum akhirnya terpilih sebagai Gubernur Banten pada Pilkada Banten 2017 lalu.

Sedangkan Andika, politisi muda cerdas dan menawan ini langsung meniti karier di puncak pada pemilu 2009. Putra mantan gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah ini berhasil menempatkan diri sebagai Anggota DPD RI perwakilan Banten.

Karier itu berlanjut pada Pemilu 2014. Kali itu, Andika mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dari Partai Golkar, dan kembali berhasil. Kursinya di Senayan ditinggalkan sejak terpilih sebagai wakil gubernur mendampingi WH. Karier itupun membuat Andika semakin belajar mematangkan diri.

Menariknya, pengalaman memimpin WH-Andika juga dibarengi semangat meningkatkan strata akademik. Keduanya sudah sama-sama melewati pendidikan formal paling puncak, yaitu program doktoral atau S3. WH telah menyelesaikannya di Universitas Padjadjaran (Unpad) pada prodi Ilmu Pemerintahan, sedangkan Andika masih menempuh di Universitas Pasundan pada Prodi Ilmu Sosial.

Namun demikian, sebetapa klop pun perpaduan dua generasi ini memimpin Banten, tetap dibatasi ruang dan waktu. Pada 12 Mei 2022 nanti, kebersamaan memimpin Banten berakhir. Peluang kembali bersama, tentu ada. Tapi masalahnya, kesempatan itu baru ada di 2024 nanti. Dan dalam politik, waktu itu tergolong panjang untuk mengubah sebuah konstelasi.

Maka sebagai pemimpin yang baik, rekam jejak positif akan selalu jadi nomor wahid. Di tahun terakhir memimpin, kedua dunungan rakyat Banten ini diharapkan tidak terjebak kepentingan pribadi maupun golongan. Pasalnya, tuntutan mengakhiri jabatan dengan penuh hasanah (kebaikan), wajib dijawab. WH-Andika masih memiliki waktu untuk ‘Say goodbye’, meninggalkan senyuman rakyat Banten dengan sebuah kinerja prestatif.

Selanjutnya, WH-Andika menjawab tuntutan tersebut dengan menunjukkan komitmen yang tinggi membangun Banten. Meski tidak dipungkiri bahwa tidak ada yang sempurna bertindak. Kelebihan dan kekurangan memimpin, wajar dalam berbagai sudut pandang. Bagi WH-Andika saat ini, beban melepas jabatan dengan meninggalkan kearifan dan senyuman rakyat, lebih dituntut. Jika masih ada janji politik yang belum terlunasi, saatnya menuntaskan.

Baik WH maupun Andika, tampak menyadari benar hal ini. WH mengaku belum memikirkan langkah politik dirinya pasca kepemimpinan di Banten berakhir. Yang menari di benaknya saat ini, adalah bagaimana Banten dan rakyatnya kembali memulihkan keadaan terutama di bidang ekonomi, pasca diterpa pandemi Covid-19 (dilansir dari wartabanten.id).

SELAMAT HARI JADI PROVINSI BANTEN KE 21 DARI KAMI 

KELUARGA BESAR SMAN 1 CIBEBER


SMANSER SMAN 1 Cibeber, berdiri Sejak Tahun 2000 dengan mulai kegiatan Belajar Mengajar Tahun Pelajaran 2000-2001 kelas sore hari dan menumpang di SMPN 1 Cibeber. Tahun Pelajaran 2002-2003 menempati gedung baru beralamat di jalan Warungkadu No 49 Cikotok. Berada di lingkungan RT 01 RW 03 Desa Cikotok Kecamatan Cibeber, Kode Pos 42394 dan diresmikan oleh Bapak Bupati H. Moch. Yas’a Mulyadi pada tanggal 28 Januari 2003. Tujuan pendidikan institusional untuk SMA berdasarkan Permen No 19 Tahun 2005 tentang Standar Kompetensi Lulusan adalah bertujuan untuk meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

0 Response to "SMAN 1 CIBEBER MEMAKAI PAKAIAN KHAS BANTEN DALAM RANGKA HUT PROVINSI BANTEN KE 21"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel